YOYAHIJAB.COM - Meski kini, jilbab instan sudah berseliweran di industri fashion hijab. Masih banyak muslimah yang mengenakan jilbab segitiga ataupun pashmina panjang. Satu perlengkapan yang tak pernah hilang dalam model hijab ini adalah jarum pentul. Memang aksesoris ini dibutuhkan agar tampilan jilbab menjadi lebih rapi.

Namun terlalu sering ditusuk jarum pentul, kain jilbab kamu lama-lama akan rusak. Tentu, kamu tak mau jilbab kesayangan rusak karena masalah sepela ini bukan. Berikut ini tips yang bisa kamu tiru bagaimana cara agar jarum pentul tidak merusak jilbab yang disadur daei Dream.co.id.

Pertama, Kamu harus tahu karakteristik bahan jilbab yang kamu punya, caranya cukup ranggangkan jilbab. Apabila jilbab tersebut menunjukkan pori-pori besar (biasanya pada bahan rajut viscose), maka hindari menggunakan peniti karena peniti selain memiliki batang jarum lebih tebal, juga berpotensi membuat benang-benangnya tersangkut pada peniti dan sulit diurai.

Kedua, Sesuaikan ukuran peniti dengan kekuatan bahan jilbab, misalnya jangan menggunakan peniti ekstra besar untuk jilbab chiffon yang tipis karena bisa membuat jilbab berlubang besar. Selain itu hindari menggunakan peniti untuk menyemat lipatan yang terlalu tebal karena bisa menimbulkan lubang lebih banyak.

Ketiga, Kalau ingin menggunakan bros, sebaiknya lihat jenis peniti yang digunakan. Kadang bros tertentu menggunakan peniti yang tidak terlalu umum dan menyulitkan kita dalam memasangnya di jilbab. Kalau salah pilih bros, jilbab juga bisa rusak karena berlubang. Sementara untuk menggunakan jarum pentul, hindari jarum pentul yang bengkok atau berkarat. Jarum pentul demikian tidak hanya merusak bentuk jahitan karena karat yang kasar tapi juga bisa meninggalkan noda.

Keempat, Selalu perhatikan aksesoris yang digunakan untuk berjilbab karena dengan menjaga kebersihan dan memilih aksesoris yang tepat bisa menghindarkan lubang atau kerusakan pada jilbab.