YOYAHIJAB.COM – Seiring dengan Syiar Islam yang terus digaungkan, beruntunglah bagi wanita muslim di Cina bahwa mereka dapat menikmati keberadaan mesjid yang dijadikan tempat pengembangan pengetahuan agama Islam. Sebelumnya, keberadaan muslim di Cina mengalami riwayat perjalanan yang cukup panjang hingga mencapai titik mempraktikkan Islam secara leluasa.
Rumah ibadah khusus itu bernama Masjid Lulan, dibangun pada tahun 1956 oleh komunitas wanita muslim Cina yang pindah dari Provinsi Henan di Cina Tengah ke Lanzhou.Tentu saja, keberadaan masjid ini disikapi penuh dengan suka cita. Adalah menyatakan bahwa menjadi muslimah di negara minoritas Islam tidaklah mudah. Mereka menginginkan kebebasan untuk belajar agama, berkumpul bersama komunitas Islam setiap saat, dan mengenakan jilbab bersama-sama.
Riwayat Panjang
Maka, Masjid Lulan menjelma sebagai anugerah tak ternilai bagi mereka. Dibangun beberapa abad silam, sebenarnya, pada awalnya bangunan itu diperuntukkan bagi sekolah agama bagi wanita muslim Cina. Riwayat Sekolah Islam bagi wanita muslim Cina memang sangat panjang. Sejak berdiri pada paruh kedua Dinasti Ming (1368-1644), lembaga ini berkembang secara menggembirakan, sehingga beralih fungsi menjadi masjid khusus bagi kaum hawa dengan imam wanita di akhir era Dinasti Qing (1644-1911).
Dalam perkembangan berikutnya, beberapa masjid yang berdiri di kawasan Provinsi Barat Laut negara Asia terbesar tersebut, juga berubah fungsi menjadi masjid khusus wanita. Aktivitas keislaman wanita muslim Cina di Negeri Tirai Bambu ini menjadi sesuatu yang fenomenal.
Kini, kegiatan shalat berjamaah pada hari Jumat – yang melibatkan sekitar 150 orang makmum — di masjid Lulan, dipimpin oleh seorang imam laki-laki, melalui masjid lain yang berjarak 100 meter, menggunakan fasilitas pengeras suara yang terkoneksi dengan masjid khusus perempuan tersebut.
Merawat Masjid
Faktanya, para wanita muslim Cina mampu mengurus Masjid Lulan dengan baik. Tak hanya merawat dan membersihkannya setiap hari, namun mereka juga bisa mengumpulkan dana masjid dari banyak donatur. Wanita muslim Cina begitu bangga mampu menghidupi masjid secara mandiri.
Imam Tao Jinling menyebutkan, mereka menerima sekitar 2.000 sampai 3.000 yuan ($ 321 sampai $ 481) per bulan. Kini, sekitar 20 hingga 30 orang mengunjungi masjid untuk beribadah setiap harinya. Hanya, pada hari Jumat, jumlah itu melambung hingga sekitar 150 orang. Berdasarkan data resmi, komunitas muslim di Cina berjumlah 20 juta orang Muslim, yang terpusat di Xinjiang, Ningxia, Gansu, Qinghai dan beberapa kawasan lain.
Ya, hanya Cina yang memiliki masjid khusus perempuan. Di masjid ini, ada kegiatan diskusi dan pemahaman mengenai Islam dan Alquran. Ada juga sesi pelajaran matematika dasar penyampaian materi antinarkoba. Pada dasarnya, wanita muslim Cina dengan segala kmauan dan kegigihannya memang layak memiliki Masjid Lulan ini.