Sejarah mengenai hijab di Indonesia juga tidak terlepas dari sejarah perjuangan untuk menerapkan dan memakainya. Seperti yang pernah dilakukan oleh Rahmah ElYunusiyyah yang pada tahun 1935 mewakili kaum ibu SumateraTengah untuk mengikuti Kongres kaum Perempuan di Batavia.

Dalam kongres tersebut, ia memperjuangkan pemakaian busana perempuan Indonesia yang hendaknya memakai kerudung. Selain itu, masih dalam kongres yang sama, ia juga berusaha memberikan ciri khas budaya Islam ke dalam kebudayaan Indonesia. Kenyataanya akhir-akhir ini banyak muslimah yang memakai hijab, tetapi apakah fungsinya sebagai tren belaka atau fungsi yang sebenarnya sebagai wanita muslimah. Dan penggunaan hijab di era modern ini juga meningkat dan apakah berbanding dengan religiusitasnya.

Dalam islam hijab memiliki arti penghalang. Tetapi sebagian orang awam hanya merujuk hijab adalah jilbab. Atau hanya menutup kepala saja. Dalam islam hijab tidak hanya menutup kepala saja tetapi mengenai tampilan dan perilaku sehari- hari.

Sekarang ini masalah hijab menjadi kontravensi. Hijab juga merupakan salah satu isu yang menarik untuk di bahas. Dalam kehidupan era ini banyak pro dan kontra mengenai hijab. Entah itu hijab gaul, hijab modis, hijab modern dan lain- lain. Tapi kita lihat masa kini, kaum hawa atau wanita.

Mereka sedang di gentayangi maraknya hijab modern, banyak di antara mereka yang dulunya tidak berjilbab sekarang berlomba-lomba untuk berhijab modern, tak lain juga para artis. Entah karena dorongan dari hati atau sekedar mengikuti trend ataupun hanya untuk sekedar menutupi bagian tubuh yang di rasa jelek atau kurang sempurna.

Trend ini oleh masyarakat tetap saja di sebut berhijab atau menutup. Walaupun dalam kenyataan marilah kita lihat ada wanita yang berjilbab tapi menggunakan baju tiga per empat. Ada yang berjilbab tapi pakai rok yang tipis ada juga yang berhijab tapi dengan menggunakan jilbab yang rambutnya sengaja di perlihatkan. Ada juga yang berhijab tetapi memperlihatkan bagian-bagian yang seharusnya di tutupi