Yoyahijab.com – Hijab tidak menjadi penghalang bagi Stephani Kurlow untuk mewujudkan impiannya dalam dunia balet. Meski di lingkungan masyarakat dengan kelompok muslim minoritas seperti Australia, Selasa (8/8).

Balet merupakan seni tari yang dikenal dengan penari berbaju ketat dan melakukan gerakan cantik sekaligus ekstrem. Nyatanya tidak bagi Stephani, seorang ballerina professional berhijab pertama di dunia yang berasal dari Sydney, Australia.

Kecintaan Stephani terhadap balet sudah ada sejak usia dua tahun. Namun ketika ia dan keluarganya memutuskan memeluk Islam dan berhijab di tahun 2010, Stephani sempat berhenti menjadi seorang ballerina. Keputusan untuk berhijab menjadi tantangan ketika banyak orang yang memberikan komentar negative lantaran penampilannya.

Stephani sempat vakum selama tiga tahun dari dunia ballerina. Namun ia sadar bahwa hijab bukanlah penghalang untuk melanjutkan kariernya. Stephani terinspirasi oleh seorang ice skater berhijab, Zahra Lari.

“Zahra Lari menjadi inspirasiku, dia merupakan ice-skater berhijab pertama di dunia. Saat saya melihatnya sama dengan saya menari. saya sangat terinspirasi dan mulai melakukan balet lagi. Zahra membuktikan bahwa dengan berhijab, wanita bisa berhasil, ujar Stephani.

Stephani mengungkapkan, untuk masalah kostum balet bisa diubah sesuai keinginan. Saat tampil Stephani tetap menggunakan legging namun dengan busan lengan panjang dan rok panjang.

“Kepercayaan diri saya yang membuat saya terus maju untuk menggapai mimpi saya. Tidak peduli anggapan negative orang-orang, saya terus mencapai mimpi dan tujuan hidup saya,” tambah Stephani.

Bahkan Stephani berencana mengumpulkan sejumlah uang, untuk membangun sekolah seni pertunjukan di Sydney yang akan mengakomodasi siswa dengan latar belakang budaya yang bergam.

“Saya ingin membuka sekolah untuk anak-anak dari latar belakang ras yang berbeda, kepercayaan yang berbeda, sesuatu yang sangat insklusif. Saya ingin semua orang mempunyai kesempatan untuk menggapai mimpinya,” jelas Stephani.

Stephani juga aktif dalam berbagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan perempuan, pemuda serta kegiatan lainnya yang bisa memberikan pengaruh positif bagi orang yang berbeda latar belakang ras dan budaya.