Nidya Putri Rambe adalah salah seorang atlet andalan tim bola voli Sumatera Utara (Sumut). Dia dianggap sebagai pemain yang ekspresif di lapangan. Pelajar SMA Panca Budi Medan itu kini sedang fokus latihan jelang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, September mendatang.

Berawal dari kegemarannya ikut dan menonton sang kakak bertanding bola voli, membuat dirinya mulai jatuh hati terhadap olahraga ini.

Anak ke-5 dari 6 bersaudara itu mengaku, mulai mengenal bola voli sejak kelas 6 SD. Awalnya hanya ikut-ikutan, namun lama-kelamaan menjadi tertarik sehingga atlet kelahiran 25 Maret 2000 ini bergabung dengan klub 46 Voli Club di kota kelahirannya, Rantau Prapat.

Bakat bermain bola voli mengalir dalam diri Nidya karena kakak kandungnya juga merupakan mantan atlet bola voli, walaupun tidak sampai menembus tingkat nasional. Dia lah yang selalu memberikan Nidya motivasi saat latihan maupun bertanding.

Perjalanan karier anak dari pasangan Sabaruddin Rambe dan Ida Nurhani ini bukannya tanpa hambatan. Bahkan, sang ayah awalnya tak menyetujui pilihan Nidya menjadi atlet voli. Apalagi sebelumnya dia sempat menekuni cabang olahraga bulutangkis.

Latihan voli yang keras dan identik dengan jatuh bangun, membuat sang ayah khawatir akan kesehatan putrinya. Meski demikian, lambat laun setelah melihat prestasi yang dimiliki Nidya, sang ayah pun akhirnya memberikan izin penuh kepadanya.

Bahkan, ayahnya juga memberi izin untuk mengikuti testing atlet bola voli yang digelar Dispora Sumut. Akhirnya, atlet yang doyan sate Madura ini menjadi penghuni Asrama PPLP Sumut sejak tahun 2015.

Atlet bertinggi 171 cm itu selama menimba ilmu di PPLP Sumut telah dipercayakan membawa kontingen Sumut di kancah nasional, seperti Kejurnas antar PPLP di Sentul 2015, Kejurnas antar PPLP di Semarang 2016 dan Kejurnas antar PPLP di Bogor 2017.

Selain itu, atlet berusia 17 tahun ini juga memperkuat timnya dalam ajang Popwil Riau, Popdasu, Porkot Medan, turnamen bola voli Dharmawangsa Cup dan juga tampil di turnamen bola voli bertajuk O2SN tingkat nasional.

Seperti dilansir Analisadaily.com (13/7), Ia menuturkan, “Saya terinspirasi melihat abang kandung saya yang merupakan mantan pemain bola voli. Peluang atlet bola voli di Sumut sangat besar untuk menuju nasional sehingga memutuskan untuk bermain voli. Lagian dari beberapa pertandingan yang dilihat, dalam voli terdapat kekompakan tim di lapangan untuk meraih kemenangan,”

Atlet berhijab ini pun terlihat sangat fokus latihan menjelang Popnas di Semarang. Labih katanya, “Kami fokus latihan di PPLP Sumut sebagai persiapan menghadapi pentas olahraga antar pelajar se-Indonesia. Saya akan bertanding maksimal untuk memberikan yang terbaik untuk Sumut,”